Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 September 2012

Jagad Bebas Lukisan-lukisan Palsu yang Bikin Geger Indonesia


foto
Dunia seni rupa Indonesia terguncang ketika kolektor kawakan dr. Oei Hong Djien membuka museum seni rupa di Magelang, Jawa Tengah, April lalu. Di museum milik juragan tembakau itu ternyata banyak lukisan Sudjojono, Hendra Gunawan, dan Soedibio yang menurut ahli waris sang pelukis palsu.

Beberapa lukisan palsu itu antara lain Wahyu dan Peta Soedibio. Keduanya karya Soedibio. Juga ada lukisan berjudul Diponegoro dan Perdjuangan Belum Selesai (1967) karya Sudjojono yang diragukan keasliannya. Dari semua koleksi karya Sudjojono di Museum Oei Hong Djien, Aminudin ragu akan keaslian 12 lukisan. Juga ada beberapa karya Hendra Gunawan yang diduga palsu. Contohnya: Penjual Es Lilin (1970), Berjudi (1975), Pesta Kemenangan (1978), Perayaan 17 Agustus (1980), Penarik Gerobak (1980), Pasar Malam (1981), Perang Buleleng di Bali (1982), dan Panen Padi (1980).

Saitem mengunjungi pameran tersebut bersama Rama Chandra, putra Harmonie Jaffar. Seperti Saitem, Rama pun terkejut terutama menyaksikan seri lukisan Peta Soedibio, yang menggambarkan orang yang ditusuk, digantung, dan disiksa. Lukisan yang memperlihatkan kekejian itu bertahun 1946-1955. Rama tak pernah melihat gaya Soedibio seperti itu. Dari 200 lukisan koleksi ayahnya, lukisan Soedibio rata-rata bertema pewayangan atau alam mistik yang halus, tenang, dan esoterik. "Dari koleksi almarhum Bapak, tidak ada satu pun yang penuh kemarahan seperti itu," ujar Rama.

Menurut Chandra, saat ia mengantarkan Ibu Saitem pulang ke Solo, sepanjang perjalanan perempuan yang kini berusia 63 tahun itu tak banyak berkata. Padahal semula Saitem merasa senang karena Hong Djien menahbiskan Soedibio sebagai maestro, yang artinya suaminya setara dengan pelukis Affandi, Sudjojono, dan Hendra Gunawan. Setelah melihat sendiri lukisan tersebut, Saitem tampak syok. "Ibu kaget karena tak bisa membayangkan suaminya melukis hal-hal yang sadistis," kata Rama.

Ternyata bukan hanya keluarga Soedibio yang merasa ragu akan keaslian karya yang dipajang pada pameran tersebut. Keluarga pelukis Sudjojono, baik pihak istri pertama almarhum, Mia Bustam, maupun istri kedua, Rose Pandanwangi, juga ragu terhadap karya yang terpajang di museum tersebut. Tedjabayu Sudjojono, 68 tahun, putra pertama Sudjojono-Mia Bustam, mengunjungi museum seni rupa baru itu. Baru saja melangkah masuk, dari jarak beberapa meter, Tedjabayu melihat lukisan Diponegoro yang digantung di dinding sebelah kiri. Dia merasa agak ganjil jika lukisan itu disebut karya bapaknya. "Tidak mungkin Bapak gegabah membuat bayonet prajurit Diponegoro yang bentuknya seperti bayonet pada masa Perang Dunia II," katanya.

Soal lukisan Perdjuangan Belum Selesai (1967) juga diragukan keasliannya. Menurut Watu Gunung, 64 tahun, putra ketiga Sudjojono-Mia Bustam, tak mungkin bapaknya pada 1967 menggambar orang mengacungkan celurit. Ia ingat, pada 1967, bapaknya masih mengalami trauma atas pembantaian anggota Partai Komunis Indonesia. Bapaknya pernah menjadi anggota partai itu. "Bapak gemblung kalau menggambar demikian," katanya.

Apa jawaban Oei terhadap sikap sangsi ini? "Mungkin saja Sudjojono bernostalgia." Oei yakin lukisan itu asli karya Sudjojono. Untuk memastikan keaslian lukisan tersebut, ia khusus bertanya kepada sahabat tepercayanya di Temanggung, pelukis Kwee In Tjiong, 74 tahun. In Tjiong adalah murid Sudjojono yang juga dikenal sebagai pedagang tembakau.

"Menurut In Tjiong asli," kata Oei. kami berusaha mengecek kepada Intjong, tapi dia tampak menghindar.
Baca Selengkapnya- Lukisan-lukisan Palsu yang Bikin Geger Indonesia

Selasa, 24 Juli 2012

Jagad Bebas Inilah Perintah Pertama Bung Karno Sebagai Presiden Indonesia


Apa perintah pertama Soekarno sebagai Presiden RI?
Sosok Soekarno punya seribu cerita unik yang mengundang senyum. Kira-kira apa perintah pertama Presiden Soekarno saat menjadi Presiden?

Sehari setelah kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) bersidang. Mereka menetapkan Soekarno sebagai Presiden RI pertama dan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden RI.

Tidak ada debat sengit dalam sidang di Gedung Road van Indie di Jalan Pejambon itu. Sederhana saja, PPKI memilih Soekarno sebagai presiden. Berbeda sekali dengan sidang paripurna di DPR yang penuh keriuhan, protes serta gontok-gontokan.

Kisah ini diceritakan Soekarno dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams "Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang diterbitkan Yayasan Bung Karno tahun 2007.

"Nah kita sudah bernegara sejak kemarin. Dan sebuah negara memerlukan seorang Presiden. Bagaimana kalau kita memilih Soekarno?"

Soekarno pun menjawab, "Baiklah."

Sesederhana itu. Maka jadilah Soekarno sebagai Presiden pertama RI. Namanya negara yang baru seumur sehari, tidak ada mobil kepresidenan yang mengantar Soekarno. Maka Soekarno pun pulang berjalan kaki.

"Di jalanan aku bertemu dengan tukang sate yang berdagang di kaki lima. Paduka Yang Mulia Presiden Republik Indonesia memanggil pedagang yang bertelanjang kaki itu dan mengeluarkan perintah pelaksanaannya yang pertama. Sate ayam 50 tusuk!" ujar Soekarno.

Itulah perintah pertama presiden RI. "Sate ayam 50 tusuk!"

Soekarno kemudian jongkok di pinggir got dekat tempat sampah. Sambil berjongkok, Paduka Yang Mulia Presiden Republik Indonesia itu menghabiskan sate ayam 50 tusuk dengan lahap. Itulah pesta perayaan pelantikannya sebagai Presiden RI.

Saat Soekarno pulang ke rumah, dia menyampaikan dirinya telah dipilih menjadi Presiden pada Fatmawati, istrinya. Fatmawati tidak melompat-lompat kegirangan. Fatmawati menceritakan wasiat ayahnya sebelum meninggal.

"Di malam sebelum bapak meninggal, hanya tinggal kami berdua yang belum tidur. Aku memijitnya untuk mengurangi rasa sakitnya, ketika tiba-tiba beliau berkata 'Aku melihat pertanda secara kebatinan bahwa tidak lama lagi...dalam waktu dekat...anakku akan tinggal di istana yang besar dan putih itu'. Jadi ini tidak mengagetkanku. Tiga bulan yang lalu, Bapak sudah meramalkannya," ujar Fatmawati tenang.

Soekarno memang ditakdirkan jadi orang besar dengan segala ceritanya.
Baca Selengkapnya- Inilah Perintah Pertama Bung Karno Sebagai Presiden Indonesia

Minggu, 15 Juli 2012

Jagad Bebas Inilah Cara Indonesia Kurangi Pengangguran



Dalam upayanya menanggulangi pengangguran di tanah air,  pemerintah mengklaim terus berupaya dan mencari solusi terbaik guna menyelesaikan permasalahan tersebut.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bapenas, Armida Salsiah Alisjahbana mengungkapkan, pemerintah memiiliki dua faktor yang menjadi fokus utama dalam mengurangi angka pengangguran kedepannya. "Dari tahun ke tahun peningkatan angkatan kerja kita sangat susah memprediksi. Banyak faktor termasuk faktor yang kaitannya dengan enrolment partisipais masyarakat terutama yang pekerja muda," kata Armida di Jakarta,
Armida mengungkapkan faktor pertama adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Lewat pertumbuhan tersebut, pemerintah yakin upaya penciptaan kesempatan kerja dapat tercapai.
Faktor kedua, ungkap Armida adalah peningkatan angkatan kerja di masyarakat setiap tahunnya.

Walau mengaku cukup sulit, pemerintah mengaku optimistis dapat terus menekan angka pengangguran tenaga kerja di tanah air. Dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2013, angka pengangguran ditargetkan turun menjadi 5,8 sampai 6,1 persen terhadap total angkatan kerja.

Angka tersebut lebih rendah dari target tahun ini sebesar 6,3 persen dari total angkatan kerja.

"Mengenai penyerapan tenaga kerja memang di RKP 2013 elastistas penyerapan tenaga kerja kita per 1 persen pertumbuhan ekonomi diharapkan bsa menciptakan 350 ribu kesempatan kerja," kata Armida.

Baca Selengkapnya- Inilah Cara Indonesia Kurangi Pengangguran

Jagad Bebas Inilah Penyebab Mengapa Ormas Sering Bentrok


Ormas FBR dan Pemuda Pancasila (PP) kembali terlibat bentrok di Tangerang. 1 Orang tewas dan sejumlah kendaraan dirusak. Bukan sekali dua kali bentrok seperti ini terjadi. Apa yang menyebabkan mereka kerap terlibat bentrok?

"Beberapa kejadian yang dulu sampai sekarang ini ada rivalitas, dimunculkan dengan pasang bendera, dirikan posko. Masing-masing buat simbol-simbol di lapangan, ini wilayah kekuasaannya," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (28/6/2012).

Nah, akibat kesalahpahaman, rivalitas karena ingin menunjukkan siapa yang paling berkuasa di daerah tersebut, lalu muncullah bentrokan, seperti yang terjadi pada Rabu (27/6).

"Sehingga ada benturan di lapangan, akhirnya dihancurkan poskonya kalau tidak ada orangnya, kalau ada orangnya ini dikeroyok, ini tidak sehat," jelasnya.

Polisi akan segera memanggil kedua belah pihak. Polisi tidak ingin persoalan ini menjadi berlarut-larut yang berujung pada kenyamanan masyarakat terganggu.

"Sehingga ke depan akan kita kumpulkan petingginya," ucap Rikwanto.
Baca Selengkapnya- Inilah Penyebab Mengapa Ormas Sering Bentrok

Jagad Bebas Gawat,Indonesia di Ambang Kehancuran


Indonesia di Ambang Kehancuran
Indonesia bisa dibilang sedang di ambang kehancuran. Betapa tidak, sebuah lembaga nirlaba international, 'The Fund for Peace' dalam situs resminya meletakan Indonesia di urutan ke 63 dari 178 negara sebagai negara gagal. Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi bahkan mengatakan Indonesia bisa hilang dari peta dunia.

Dalam survei The Fund for Peace menggunakan indikator hukum, politik, ekonomi, sosial, dan HAM. "Indonesia bukan hanya akan gagal. Tetapi juga hilang dari peta dunia," kata Suhardi, Kamis (21/6), di Jakarta.

Suhardi menegaskan dirinya tidak sedang bergurau dengan pernyataannya. Menurutnya The Fund for Peace belum menggunakan cara pemanfaatan sumber daya alam sebagai indikator. Dikatakan Suhardi, manajemen pengelolaan SDA Indonesia sangatlah buruk. Bukan hanya bersifat eksploitatif, pengelolaan sumber daya alam juga mengesampingkan upaya rehabilitasi lingkungan.

"Kita tidak akan menyisakan sumber daya alam apapun ke anak keturunan kita. Batubara dan minyak bummi kita habis dikeruk asing," cemas Suhardi.

Selain eksploitatif, paradigma pemanfaatan SDA juga keliru. Kekayaan alam Indonesia diambil bukan untuk kesejahteraan rakyat, melainkan kepentingan asing. "Semua untuk uang," sebut Suhardi.

Berbagai klaim keberhasilan ekonomi yang disampaikan pemerintah, masih kata Suhardi, tidak memberi efek bagi kehidupan rakyat miskin. Ia menyebut pemerintah tidak punya pilihan. Negara harus bisa menjadi penyedia kebutuhan rakyat, seperti: air bersih, pangan, energi gratis, keamanan, dan pendidikan. "Kalau perut kenyang rakyat tidak akan bunuh-bunuhan," katanya menandaskan.
Baca Selengkapnya- Gawat,Indonesia di Ambang Kehancuran

Sabtu, 14 Juli 2012

Jagad Bebas Ini Kode-kode Rahasia dalam Korupsi Pengadaan Alquran


http://harisistanto.files.wordpress.com/2012/03/quran-2.jpg
Permainan suap menyuap saat ini identik dengan penggunaan kode-kode, seperti istilah buah-buahan yang muncul dalam kasus wisma atlet. Hal yang sama terjadi kasus dugaan korupsi pengadaan Al Quran. Bedanya, dalam kasus yang menyeret anggota Komisi VIII itu, menggunakan istilah-istillah berbahasa Arab.

Informasi yang dikumpulkan, para aktor kasus dugaan korupsi ini kerap sekali menggunakan istilah-istilah berbahasa Arab dalam percakapan mereka. Penyidik KPK sempat dibuat bingung dengan adanya kode-kode ini. Beruntung, arti istilah yang digunakan, tidak berbeda jauh ketika dialihbahasakan ke bahasa Indonesia.

Istilah-istilah itu digunakan untuk berbagai keperluan, seperti melakukan pertemuan tersembunyi, pemberitahuan adanya proyek dan juga mengenai imbalan.

"Mereka menggunakan bahasa-bahasa Arab seperti Toyyib (baik) dan Maktab (tempat atau pemondokan). Menyelidiki kasus ini, kita benar-benar dibuat mengelus dada," ujar salah seorang pejabat KPK yang menangani kasus ini.

Pejabat ini mengambil kesimpulan, istilah-istilah yang digunakan para 'pemain' terkait dengan lingkungan mereka. Istilah bahasa Arab muncul karena lingkungan mereka ada di Kemenag dan Komisi VIII yang membidangi agama.

"Kalau wisma atlet itu sepertinya mereka memang biasa makan buah-buahan," ujarnya setengah berkelakar.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan sprintdik (surat perintah dimulainya penyidikan)sudah keluar dengan penetapan anggota DPR berinisial ZD sebagai tersangka.

Komisioner lainnya Zulkarnain mengatakan, KPK memang dalam beberapa waktu belakangan intensif melakukan penyelidikan dalam perkara ini. KPK sudah menetapkan tersangka anggota DPR berinisial ZD terkait proyek senilai Rp 35 miliar pada 2011 ini.

"Ya sedang ditelusuri perannya lebih jauh, memang kita ada penyelidikan selama ini," tutur Zulkarnain,
Baca Selengkapnya- Ini Kode-kode Rahasia dalam Korupsi Pengadaan Alquran

Jagad Bebas Ini 'UFO' yang Tertangkap Kamera di Indonesia (Plus Foto)

Jurnaldunia.com - Unidentified Flying Object (UFO) memang masih menjadi misteri dan diperdebatkan keberadaannya di dunia ini. Disebut-sebut UFO adalah benda terbang yang memiliki bentuk tak biasa dijumpai dan berbeda dari benda terbang buatan manusia seperti pesawat, helikopter dan sejenisnya. Mayoritas warga dunia menganggap UFO berbentuk piring terbang.

Namun hingga kini, UFO masih dianggap sebatas fiksi ilmiah bahkan teori konspirasi, serta belum benar-benar dibuktikan keberadaannya melalui penelitian ilmiah. Di Indonesia, beberapa foto 'UFO' pernah tertangkap kamera. Di mana saja?


1. Awan 'UFO' di Bukittinggi, Sumatera Barat
 
Wisnu K pernah mengirimkan foto awan aneh berbentuk piring terbang. Awan 'UFO' ini tertangkap kamera handphone Wisnu K di daerah Bukittinggi, Sumatera Barat, sekitar pertengahan Desember 2010.

2. 'UFO' di Magelang, Jawa Tengah
 
Saat geger crop circle di persawahan Magelang, pada akhir Januari 2011 lalu, seorang warga Desa Banyusari, Kecamatan Tegalrejo, Magelang, melihat penampakan aneh di atas crop circle di Magelang. Penampakan aneh tersebut terekam dalam sebuah foto yang diabadikan oleh salah seorang santri Ponpes Hidayatul Muhtadiin, Tantowi, yang tak jauh dari lokasi munculnya crop circle.

3. 'UFO' di Banyuwangi, Jawa Timur
 
Benda asing yang diduga UFO tertangkap kamera milik Zefri Veswanto, warga Jalan Ikan Tuna Perumahan Sutri, Kelurahan Sobo, Banyuwangi. Foto 'UFO' itu diambil secara tidak sengaja dengan kamera telepon seluler.

4. Awan 'UFO' di Magelang, Jawa Tengah
 
E Santosa, berhasil mengabadikan awan berbentuk UFO dalam perjalannnya dari Yogyakarta ke Semarang. Awan itu tertangkap saat Santosa berada di wilayah Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada 7 Februari 2011.

5. 'UFO' di Bandung, Jawa Barat
http://images.detik.com/content/2012/06/28/10/165206_ufobandung.jpg 
Kejadian paling mutakhir, Rabu (27/6/2012) sekitar pukul 14.30 WIB, Nisrina Azahra (8) naik ke lantai dua atau tempat jemur pakaian kediamannya, Kompleks Taman Cibaduyut Indah, Blok G No 286, Kota Bandung. Bocah perempuan itu iseng mengarahkan kamera telepon genggam Nokia tipe C5 ke langit bercuaca cerah dan berawan.

Dua kali Zahra memotret pakai kamera handphone. Pertama itu hasil fotonya biasa. Nah, hasil kedua ada gambar mirip bola mata bercahaya merah muda. Bentuknya elips. Di tengah-tengah ada bulatan putih.

Ayah Zahra mengirimkan foto ini ke bagian astronomi ITB untuk mengkonfirmasi apakah benda itu UFO atau bukan. Namun pakar telematika Roy Suryo mengatakan itu adalah uap air yang kotor sehingga berwarna ketika ditangkap kamera. "Mengapa bisa dipersepsikan sebagai 'mata' atau UFO, justru lebih kepada masalah resolusi dan low contrast kualitas Lensa dari kamera ponsel tersebut yang tidak dimungkinkan menampilkan obyek sesuai aslinya," jelas Roy saat dihubungi  melalui telepon, Kamis (28/6/2012).
Baca Selengkapnya- Ini 'UFO' yang Tertangkap Kamera di Indonesia (Plus Foto)

Jumat, 13 Juli 2012

Jagad Bebas Inilah Alasan Neneng ke Luar dari Persembunyian


Tersangka korupsi pengadaan alat Pembangkit Listrik Tenaga Surya Kemenakertrans 2008, Neneng Sri Wahyuni, akhirnya memutuskan pulang dari Malaysia, tempatnya bersembunyi selama ini. Dia dibekuk penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi  pada Rabu kemarin.

Pengacara Neneng, Hotman Paris Hutapea, mengatakan, kliennya memutuskan pulang kampung dengan sejumlah alasan. Neneng pulang bukan karena alasan capai bersembunyi. Neneng, kata dia, memang sudah lama ingin menyerahkan diri. "Pertama dia ingin menyerahkan diri," kata Hotman di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 15 Juni 2012.

Sebetulnya Neneng berniat datang menyerahkan diri April lalu, namun tidak ada tanggapan KPK, sehingga ia memilih datang sendiri Juni ini. Saat itu Nazaruddin telah mengirim surat ke KPK soal rencana penyerahan diri Neneng.

Alasan lain yang lebih penting, kata Hotman, karena Neneng memikirkan nasib anak-anaknya. "Umur anaknya di bawah lima tahun, sementara suaminya sudah dipenjara," tutur Hotman.

Neneng diringkus penyidik KPK di rumahnya di Pejaten, Jakarta Selatan, pada Rabu 13 Juni 2012. Saat itu, dia baru saja tiba dari Malaysia. Selain Neneng, KPK juga menangkap dua pria warga Malaysia. Kini Neneng mendekam di sel tahanan yang berada di basement Gedung KPK bersama tiga wanita lain yang juga tersangkut kasus korupsi, yakni Miranda S Goeltom, Mindo Rosalina Manulang, dan Angelina Sondakh.
Baca Selengkapnya- Inilah Alasan Neneng ke Luar dari Persembunyian

Kamis, 12 Juli 2012

Jagad Bebas Waduh,Indonesia Termasuk Negara Gagal


Indonesia termasuk negara gagal
Indonesia menempati urutan ke-63 dalam Indeks Negara Gagal. Data ini edisi kedelapan dikeluarkan The Fund for Peace dari situs resmi mereka, Senin (18/6).

Indeks Negara Gagal ini ditentukan lewat 12 indikator dan 100 subindikator, termasuk sosial, politik, ekonomi, dan hukum.

Setiap indikator bernilai 1-10 lewat analisa jutaan dokumen publik dan data kuantitatif lain. Seluruhnya dinilai oleh analis terbaik dunia. Semakin tinggi posisi dalam indeks itu, negara itu menuju kehancuran.

Peringkat pertama diraih Somalia. Situasi di sana memang seperti tanpa aturan. Pelanggaran hukum meluas, terorisme, pemerintah tidak efektif, pemberontakan, kejahatan, serangan bajak laut, dan perang saudara membuat negara ini menghitung waktu kehancurannya. Posisi terakhir ditempati Finlandia. Negara ini mempunyai pelayanan publik baik, penegakan hukum, serta ekonomi kuat.

Indonesia berada di urutan ke-63 dari 178 negara. Posisi ini turun satu peringat ketimbang indeks tahun lalu. Itu artinya keadaan Indonesia semakin buruk. Negara dinilai makin gagal.

Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia kalah dari Thailand (84), Vietnam (96), Malaysia (110), Brunei Darussalam (123), dan Singapura (157), Indonesia unggul dibanding Myanmar (21), Timor Leste (28), Kamboja (37), Laos (48), dan Filipina (56).

Penghormatan atas hak asasi manusia, kestabilan politik, dan penegakan supremasi hukum menjadi indikator paling kuat ketimbang kestabilan ekonomi dan sosial.
Baca Selengkapnya- Waduh,Indonesia Termasuk Negara Gagal

Rabu, 11 Juli 2012

Jagad Bebas Inilah Foto Motor yang Hancur Tertimpa Benda Diduga Meteorit


http://images.detik.com/content/2012/06/21/10/mereor_dalem.jpg
Sebuah motor Yamaha hitam rusak parah tertimpa benda yang diduga meteorit di Balaraja, Kabupaten Tangerang. Motor ini ambles ke dalam lubang dan diperlukan delapan orang untuk mengevakuasinya.

Kamis (21/6/2012), cat hitam motor ini terkelupas. Kendaraan ini seperti baru saja terkena kobaran api. Bagian depan roda motor ini penyok dan roda depannya juga ringsek.

Motor ini hancur lebur, bagiannya seperti terpotong-potong. Bagian mesin motor ini penyok, setangnya patah dan knalpotnya penyok seperti tertimpa benda berat.

Motor ini masuk ke dalam lubang yang terbentuk akibat jatuhnya meteor ini. Diperlukan 8 orang untuk bisa menarik motor tersebut. Warga sekitar menggunakan tambang biru untuk mengangkat motor tersebut dari dalam lubang.
Baca Selengkapnya- Inilah Foto Motor yang Hancur Tertimpa Benda Diduga Meteorit

Minggu, 08 Juli 2012

Jagad Bebas Waduh,Seniman Medan Malah Dukung Malaysia Klaim Tari Tor tor


foto
Silang pendapat soal klaim Malaysia terhadap tortor dan Gordang Sambilan--alat musik sembilan gendang berasal dari etnik suku Mandailing di Sumatera Utara--masih terjadi. Komunitas seniman dan budayawan di Kota Medan mengelar diskusi di Taman Budaya Medan, Senin 18 Juni 2012. Dalam diskusi itu para seniman di Medan malah mendukung langkah Perantauan Anak Mandailing, sebuah komunitas suku Mandailing yang bermukim di Perak, Malaysia.

Diskusi yang dipandu Direktur Pusat Latihan Opera Batak, Thompson Hutasoit, mendapat atensi dari berbagai kalangan. Tak hanya seniman dan budayawan yang penuhi ruang diskusi. Pelajar dan mahasiswa pun turut menikmati diskusi yang diakhiri dengan pertunjukan Gordang Sambilan. Para pembicara secara bersamaan dengan aspek berbeda,  mendukung langkah komunitas suku Mandailing di Malaysia.

Dosen Fakultas Ilmu Sejarah dari Universitas Negeri Medan Flores Tanjung mengaku tak heran dengan pengklaiman itu. Pada 1995 hingga 1998, Flores yang merampungkan tesisnya, menemukan literatur lengkap perpindahan suku asal Indonesia pada perguruan tinggi di Malaysia. ”Di Perak, ada kampung Kampar, seluruhnya dihuni orang Kampar di Bekinang, Riau,” kata dia.

Flores juga menyinggung perpindahan warga, suku dari Indonesia, terutama dari Sumatera Utara, karena dialog politik antara Soekarno dan Perdana Menteri Malaysia pertama Tun Abdul Razak. ”Jadi jangan heran di kawasan Kinabalu, Sabah, di sana pun ada kampung bernama (marga Batak), seperti kampung Sipahutar dan orang-orangnya juga berbahasa Batak, mereka mengerti sekali garis turunannya,” kata dia.

Selama tiga tahun mengerjakan tesis di Kampar, Perak-Malaysia, Flores mengakui warga Indonesia secara kewarganegaraan mengaku warga Malaysia. ”Tapi mereka selalu bilang orang Mandailing, Kampar,” kata Flores.

Pendapat lain disampaikan Darma Lubis dan Tikwan Raya Siregar. ”Persoalan ini jangan dilihat parsial. Mereka sudah lama bermukim di Malaysia,” kata Darma. Tikwan mengkritisi sikap protes. Menurut dia, sikap tersebut tak lain karena produk pendidikan yang menganut sistem kolonial.

Seniman asal Medan, Idris Pasaribu, mengecam sikap pemerintah yang tidak peduli dengan kesenian dan kebudayaan bangsa sendiri. ”Ibarat istri cantik yang tidak diberikan perhatian dan dia akhirnya menerima perhatian dan kemanjaan dari pria lain. Kenapa kita marah,” kata Idris.

Di akhir diskusi, para seniman dan budayawan mendesak pemerintah lebih perhatian terhadap jutaan kesenian dan budaya agar secara legalisasi di dunia internasional diakui.
Baca Selengkapnya- Waduh,Seniman Medan Malah Dukung Malaysia Klaim Tari Tor tor

Jagad Bebas Inilah Omelan-omelan Presiden SBY Saat Pidatonya Tidak Didengar


Omelan-omelan SBY saat pidatonya tidak didengar
Lagi-lagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono marah karena pidatonya tidak disimak. Terbaru saat Presiden SBY memberikan kuliah umum dihadapan 1.000 perwira siswa Sesko TNI, Sesko Angkatan dan Sespimmen Polri.

Saat Kepala Negara menyampaikan dampak implikasi geopolitik terhadap Indonesia, Presiden menegur sejumlah siswa perwira yang duduk berada di jajaran paling depan. Sontak sejumlah tamu undangan dan peliput terkaget atas tegurannya itu. Bahkan perwira itu langsung terlihat terdiam.

"Kalian satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, kayanya bicara terus," tegur SBY dengan intonasi tegas kepada perwira yang duduk di barisan depan di sela kuliah umum di Gedung Sudirman, Markas Besar Angkatan Darat Sekolah Calon Perwira (Secapa AD), Jalan Hegarmanah, Bandung, Jumat (29/6).

"Kalian tahu mendengar itu adalah bagian dari menyempurnakan kepribadian. Kalau ada orang bicara harus mendengar," tunjuk SBY kepada perwira itu.

Presiden marah saat dia sedang melakukan arahan bukan yang pertama. SBY berungkali marah saat dia bicara tidak didengarkan.

Masih ingat saat Presiden SBY memberikan sambutan dalam acara pembekalan konsolidasi pemerintah daerah di Gedung Lemhannas Jakarta. Bahkan SBY sampai mengetok podium. Peristiwa itu terjadi pada tahun 2008.

SBY marah lantaran ada peserta pembekalan yang tidur. "Bangunkan yang tidur itu. Kalau mau tidur, silakan di luar," kata Presiden SBY dengan nada kesal.

Mendengar teguran SBY itu, secara spontan puluhan pimpinan DPRD dan Bupati serta Wali kota langsung kaget. Bahkan, yang tertidur langsung bangun.

Presiden kesal lantaran yang dia sampaikan sangat penting. Soal rakyat. "Seharusnya merasa berdosa para rakyat. Saat kita bicarakan masalah rakyat kok malah tidur," ujar Presiden SBY.

Bukan saat di Lemhanas saja. Masih pada tahun 2008, saat menggelar sidang kabinet paripurna di Ruang Sidang Kabinet, Lantai II, Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta Presiden SBY juga marah. Kali ini sama anggota kabinetnya.

Presiden terlihat marah dan menegur peserta sidang yang sedang asyik mengobrol. Dengan raut muka kesal, SBY menunjuk tangannya ke arah pimpinan badan yang duduk di tengah lingkaran arah ruang sidang.

Di barisan itu duduk berjejer Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Didi Widayadi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sjamsir Siregar, dan Direktur Utama Perusahaan Umum Bulog.

Waktu itu Presiden sedang memberikan pengarahan mengenai proses renegosiasi kontrak LNG Tangguh di Provinsi Papua. "Hei, jangan mengobrol sendiri. Dengarkan! Jangan bicara sendiri. Ini masalah yang sangat penting," kata Presiden.
Baca Selengkapnya- Inilah Omelan-omelan Presiden SBY Saat Pidatonya Tidak Didengar

Sabtu, 07 Juli 2012

Jagad Bebas Waduh,Utang Indonesia Capai Rp 1.944 Triliun


Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Utang pemerintah Indonesia mencapai Rp1.944,14 triliun per 31 Mei lalu. Utang tersebut berasal dari pinjaman luar negeri sebesar Rp638 triliun dan pinjaman dalam negeri sebesar Rp1,15 triliun.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rahmat Waluyanto menjelaskan, sebesar Rp1.304 triliun merupakan utang yang berasal dari surat berharga negara (SBN).

"Persentase jumlah SBN tersebut sebesar sekira 67 persen dari total utang kita keseluruhan," ungkapnya kala ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (29/6/2012).

Dengan jumlah utang pemerintah yang cenderung bertambah tersebut, Rahmat mengamini bahwa pemerintah mempunyai kekampuan untuk membayar utang tersebut karena persentase utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih realtif kecil dibandingkan dengan negara lainnya, yaitu hanya sekira 24 persen.

"Kalau kita lihat negara-negara maju lainnya persentase utang terhadap PDB masih cukup besar seperti Jepang yang persentasenya 200 persen lalu negara sekelas Amerika Serikat (AS) saja persentasenya sekira 75 persen," paparnya.

"Intinya kita akan senantiasa memenuhi atau mematuhi kewajiban yang timbul akibat adanya penerbitan SBN atau adanya pinjaman tersebut," pungkasnya.
Baca Selengkapnya- Waduh,Utang Indonesia Capai Rp 1.944 Triliun

Kamis, 05 Juli 2012

Jagad Bebas Dicueki Saat Pidato,Presiden SBY Omeli Perwira TNI-Polri


http://media.vivanews.com/thumbs2/2012/02/15/143804_presiden-sby-pidato-di-depan-para-dubes_300_225.JPG
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bereaksi keras saat memberikan kuliah di hadapan siswa perwira TNI-Polri. Ia menegur sejumlah perwira yang ketahuan ngobrol di tengah presentasi.

"Nomor satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh. Kenapa berbicara terus," ucap SBY yang memberi pengarahan kepada siswa Sesko TNI, Sesko Angkatan dan Sespimmen Polri di Gedung Jenderal Soedirman, Mako Secapa TNI AD, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (29/6/2012).

Saat itu SBY memberikan kuliah bertema 'Perkembangan Geopolitik di Asia Pasifik Abad 21 dan Pengaruhnya Terhadap Indonesia' kepada 1.000 perwira TNI-Polri. Menjelang akhir presentasi ceramah, SBY yang tengah menyampaikan materi tertahan pemaparannya. SBY mendekatkan diri ke alat pengeras suara sambil raut wajah kecewa.

"Saya khawatir kalian tidak bisa berbuat apa-apa untuk negara dan TNI," ucap SBY.

Seketika, reaksi SBY itu diabadikan sejumlah wartawan televisi swasta yang hadir di dalam gedung. Sedangkan hadirin dan perwira lainnya makin serius mengamati kemarahan orang nomor satu di Indonesia itu.

"Mendengakanr merupakan penyempurna kepribadian. Kalau ada bicara, hargai dan dengarkan," tegas SBY sambil melanjutkan lagi memberikan materi kuliah.
Baca Selengkapnya- Dicueki Saat Pidato,Presiden SBY Omeli Perwira TNI-Polri

Jagad Bebas Benarkah di Indonesia Ada Suami yang Memperkosa Istri & Dipenjara?


Simpulan disertasi hakim yustisi Mahkamah Agung (MA) Andi Akram pada Kamis (28/6) kemarin menyatakan UU Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PKDRT) membuka peluang suami dipidana karena memaksa istri bercinta. Dalam ranah hukum hal tersebut biasa disebut marital rape/pemerkosaan dalam rumah tangga. Benarkah marital rape ada di Indonesia?
Berdasarkan catatan, Jumat (29/6/2012), Malaysia mengenal marital rape sejak 2007 seiring amandeman UU Pidana mereka dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara. Di negeri Jiran ini, suami yang memaksa hubungan seks melalui anal dapat dipenjara maksimal 20 tahun.

Pengadilan yang pertama kali menerapkan pasal tersebut adalah pengadilan negara bagian Pahang. Pada 5 Agustus 2009, hakim menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara karena pelaku bersalah mengintimidasi istrinya untuk melakukan hubungan seks lewat anal. Selain itu, pria berusia 35 tahun itu juga mendapat hukuman ekstra, yaitu dipenjara selama 10 tahun dan tiga kali pukulan cambuk.

Beda Malaysia, beda pula di Inggris. Seorang suami terpaksa berurusan di pengadilan karena memaksa istrinya berhubungan. Dalam sidang yang digelar di pengadilan di Exeter, Inggris awal bulan Mei 2012, terungkap suami dalam keadaan mabuk memaksa istri melayani hubungan badan.

Istri yang masih berusia 20 tahun tersebut mengaku telah mengatakan kepada suaminya, jika dia enggan melakukan hubungan seks. Namun suaminya tidak mendengar, malah memaksanya untuk berhubungan seks.

Hal ini membuka perlakuan kasar sang suami yaitu telah 4 kali memaksa hubungan badan dalam kurun 2 tahun usia perkawinan. Sidang kasus ini masih terus berlangsung.

Bagaimana di Indonesia? Hingga hari ini pengadilan belum ada yang memaparkan adanya kasus marital rape. Namun berdasarkan banyak pengakuan dan penelitian, marital rape banyak terjadi di seluruh penjuru Nusantara.

Seperti yang dipaparkan dalam hasil penelitian Trisni Hidayat dan Lukitaningsih, 2005 silam. Keduanya melakukan penelitian marital rape pada masyarakat nelayan Pantai Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian menujukkan marital rape di kampung nelayan itu masih berlangsung. Hal ini dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu lingkungan, proses psikologi, serta proses behavioral.

Baca Selengkapnya- Benarkah di Indonesia Ada Suami yang Memperkosa Istri & Dipenjara?

Kamis, 21 Juni 2012

Jagad Bebas Tertimpa Fokker, 8 Rumah, 1 Mobil & 2 Pohon Terbakar


8 Rumah warga di sekitar Lanud Halim Perdanakusumah, terbakar habis setelah tertimpa Fokker-27. Api juga melahap 1 mobil dan 2 pohon.

Kamis (21/6/2012), di Kompleks Rajawali, Jl Branjangan, 8 rumah itu tinggal rangka dinding. Atap lenyap.

Api yang membakar telah berhasil dijinakkan. Saat ini beberapa petugas TNI AU membersihkan rumah dari sisa-sisa kebakaran.

Api juga melalap 2 pohon dan 1 mobil Toyota Avanza yang terparkir di garasi sebuah rumah. Mobil itu tinggal kerangka.

Police line dipasang di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Beberapa mobil pemadam dan puluhan petugas masih berada di sekitar lokasi.

Pesawat TNI AU itu jatuh tepat di atas rumah. Masih ada separuh bangkai pesawat yang berada di sekitar lokasi.

Pihak TNI AU akan mengadakan jumpa pers di sekitar lokasi kejadian.

Baca Selengkapnya- Tertimpa Fokker, 8 Rumah, 1 Mobil & 2 Pohon Terbakar