Kamis, 12 Juli 2012

Ternyata Bisa Lho Mandi Tanpa Air


Mandi tanpa menggunakan air! Mungkinkah? Seorang mahasiswa Afrika Selatan, Ludwick Marishane, telah mendapat pengakuan internasional atas temuannya, yaitu sebuah produk yang bisa digunakan untuk mandi tanpa memakai air. Ia terinspirasi oleh seorang temannya yang malas mandi dan kemudian melakukan penelitian selama beberapa bulan.

Marishane (22 tahun), mahasiswa di University of Cape Town menemukan produk yang disebut DryBath, jel jernih yang digunakan pada kulit dan berfungsi sebagai sabun sekaligus air. Temuan itu, yang memberi Marishane 2011 Global Student Enterpreneur of the Year Award, memiliki banyak peminat di Afrika dan bagian lain dunia berkembang, tempat kesehatan dasar sangat kurang dan ratusan juta orang tak memperoleh akses rutin ke air, lapor kantor berita Reuters.

Produk tersebut berbeda dari bahan cuci tangan antibakteri dengan menghilangkan bau keras alkohol. Karya Marishane menciptakan selaput biodegradabel tanpa aroma dengan pelembab.

Ia mendapat gagasan itu saat masih remaja di rumahnya di desa miskin pada musim dingin, ketika seorang temannya mengatakan mandi sangat membebani pikirannya. Yang menambah parah keadaan ialah tak ada air panas.

"Ia malas dan ia pernah mengatakan, ’kenapa tak ada orang yang menemukan sesuatu yang bisa ditaruh di kulit dan orang tak perlu mandi’," kata Marishane. Saat itulah Marishane "menyadari ia harus menghasilkan sesuatu".

Ia kemudian menggunakan telepon genggamnya yang bisa digunakan untuk berselancar di internet untuk mencari referensi di Google dan Wikipidea guna menciptakan satu rumus. Enam bulan kemudian, ia hadir dengan DryBath dan memperoleh paten, katanya.

Produk itu kini dibuat secara komersial dengan nasabah meliputi perusahaan penerbangan utama global untuk digunakan dalam penerbangan jarak jauh. Banyak pula negara yang membeli produk itu buat prajuritnya di lapangan.

Marishane juga melihat produknya dapat membantu dalam melestarikan air di banyak daerah paling miskin di