Selasa, 03 April 2012

Punya Payudara Besar Alami Bagai Mimpi Buruk Bagi Wanita Ini

www.up2det.com [imagetag]


Beberapa perempuan kadang menginginkan ukuran payudara yang besar. Tapi perempuan ini merana memiliki payudara besar secara alami, karena ia merasa dibully dan bahkan dianggap sebagai bintang porno.
Stephanie Fox (21 tahun) memiliki ukuran payudara 32 K secara alami tanpa menggunakan implan atau obat-obatan. Namun ukuran payudara yang besar ini membuatnya tidak bisa memiliki pacar, sulit mendapatkan pakaian yang pas dan bahkan tidak bisa keluar rumah tanpa mendengar omongan orang yang menyakitkan.

"Banyak perempuan ingin payudara besar, tapi sebenarnya itu adalah mimpi buruk. Orang menganggap saya adalah bintang porno, padahal saya tersiksa seperti sakit punggung," ujar Stephanie, seperti dikutip dari The Sun, Selasa (3/4/2012).

Ia mengungkapkan jarang sekali menemukan laki-laki yang melihat wajahnya ketika sedang berbicara, dan orang-orang yang sudah tua kerap kali mengatakan bahwa payudaranya palsu.

Ketika ia berjalan banyak orang yang menggeleng-gelengkan kepala dan berkata bahwa itu palsu atau ia sengaja memamerkannya. Stephanie hanya mencoba untuk tersenyum meski kadang hal itu sangat menyakitkan.

"Payudara ini benar-benar telah menjadi rintangan dan membatasi kegiatan termasuk saat berjalan. Ketika ukuran bertambah besar, saya kesulitan menemukan bra untuk olahraga," ungkapnya.

Stephanie tidak tahu bagaimana ia mendapatkan payudara sebesar itu, meskipun ia berpikir ada sesuatu dalam gen keluarganya. Ibunya memang memiliki payudara besar tapi tidak lebih dari ukuran DD atau E, sedangkan adiknya Morena memiliki payudara berukuran normal.

Payudara yang dimiliki Stephanie mulai membesar saat ia berusia 12 tahun, ketika umur 19 tahun ukurannya mencapai 30 J hingga ia kesulitan menemukan ukuran bikini yang pas saat berlibur bersama keluarga.

Payudara yang terlalu besar atau abnormal bisa menyebabkan sejumlah masalah, sebagian besar diakibatkan oleh beratnya atau bobot dari payudara itu sendiri. Hal ini bisa mengubah cara ia berdiri, meningkatkan kelengkungan tulang belakang dan memberikan tekanan ekstra di atasnya.

Kondisi ini memicu terjadinya sakit punggung dan leher yang bisa memburuk jika ia harus mengangkat sesuatu yang berat. Serta nyeri saraf di bawah lengan atau kesemutan di jari akibat tekanan dari tali bra.

Sedangkan di kulit bisa menyebabkan dermatitis dan infeksi umum karena adanya keringat di bawah payudara yang tidak bisa dihindari. Ketidaknyaman yang timbul ini bisa memicu stres bahkan depresi.

[sumber:  gedenews ]