Rabu, 23 Mei 2012

Mengenal Lebih Detail Tentang Sperma




Sperma atau Air mani adalah cairan yang membawa sel-sel sperma yang dikeluarkan oleh organ-organ seksual jantan. Fungsi utama sperma adalah untuk mengantarkan sel-sel sperma untuk membuahi sel telur yang dihasilkan oleh individu betina. Proses pengeluaran sperma dalam situasi normal disebut ejakulasi.

Sedangkan Sel Sperma atau Spermatozoid/spermatozoa adalah sel dari sistem reproduksi laki-laki. Sel sperma akan membuahi ovum untuk membentuk zigot. Zigot adalah sebuah sel dengan kromosom lengkap yang akan berkembang menjadi embrio. Sel sperma manusia adalah sel sistem reproduksi utama dari laki-laki. Sel sperma memiliki jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Sel sperma manusia terdiri atas kepala yang berukuran 5 µm x 3 µm dan ekor sepanjang 50 µm.


Sperma dihasilkan oleh buah zakar (testis). “Ketika seorang pria mengalami ejakulasi, maka ia akan mengeluarkan satu ejakulat (satu porsi) cairan yang disebut semen. Dalam satu ejakulat, selain sperma, juga terdapat cairan (semen). Sperma yang dihasilkan oleh testis akan terdorong keluar begitu ada rangsangan. Dalam perjalanannya, sperma diberi cairan (semen) yang dihasilkan oleh kelenjar prostat dan kantung mani (vesika seminalis). Jadi, dalam satu ejakulat, ada tiga kelenjar yang bekerja, yaitu kelenjar testis (tubuli seminiferi), kelenjar prostat, dan vesika seminalis. Ini yang menerangkan kenapa pada pria bisa dilakukan vasektomi, tetapi tetap bisa mengeluarkan cairan.


Jumlah, Gerak dan Bentuk Sperma

Klik Untuk Memperbesar Gambar

Kualitas sperma ditentukan oleh banyak faktor. Yang paling penting adalah volume (jumlah). Normalnya, sekali keluar sebanyak 2 sampai 6 mililiter (ml). Jadi, dalam satu ejakulat, terkandung minimal 20 juta ekor sel spermatozoa per mililiter-nya. Kalau minimal 2 ml per ejakulat, berarti dibutuhkan minimal 40 juta ekor sperma agar terjadi pembuahan.  Selain jumlah, yang tak kalah penting adalah gerak sperma. Gerak sperma ada empat macam, yaitu gerak lurus cepat, gerak lurus lambat, gerak di tempat, dan tidak bergerak. Yang ada gunanya untuk pembuahan adalah yang bergerak maju (gerak lurus cepat dan gerak lurus lambat). Jumlah sperma yang bergerak maju yang dibutuhkan untuk pembuahan minimal 50 persen dari keseluruhan sperma yang keluar. Sperma juga harus memiliki bentuk normal, minimal 30 persen. Jika bentuk sperma tidak normal, ia tidak bisa masuk ke rahim wanita untuk melakukan pembuahan. Sperma yang bisa masuk ke dalam rahim wanita adalah yang bentuknya normal dan memiliki gerak bagus.

Sisanya, yang bentuknya tidak normal dan tidak punya gerak bagus, akan keluar lagi bersama semen. Biasanya, usai senggama, keluar cairan dari vagina. Nah, yang keluar ini adalah sperma yang bentuknya tidak normal dan geraknya tidak bagus, serta semen. Semen memang tidak masuk ke dalam rahim wanita. Ia hanya menghantarkan, lalu keluar lagi setelah sperma masuk rahim.


Komposisi kimia sperma ( Dalam mg/100 ml ) adalah sebagai berikut: Ammonia 2, Ascoric Acid 12.8, Ash 9,9 %, Calcium 25, Carbon Dioxide 54 ml/100 ml, Chloride 155, Cholesterol 80, Citric Acid 376, Creatine 20, Ergothioneine (Trace), Fructose 224, Glutathione 30, Glycerylphorylcholine 54-90, Inositol 50.57, Lactic Acid 35, Magnesium 14, Nitrogen nonprotein(total) 913, Phosphorus acid-soluble 57, Inorganic 11, Lipid 6 Total (lipid) 112, Thosphorylcholine 250-380,  Potassium 89, Pyruvic Acid 29, Sodium 281, Sorbitol 10, Vitamin B 12 300-600 ppg, Sulfur 3 % (of ash), Urea 72, Uric Acid 6, Zinc 14 dan Copper sebanyak 0,006-0,024 mg/100 ml.


Bagaimana menilai Kualitas Sperma?


Jika terjadi kelainan pada sperma, entah karena jumlah, bentuk, maupun geraknya, haruslah dicari sebabnya lebih dulu. Jumlah sperma yang normal disebut normozoospermia, jumlah kurang oligozoospermia. Sementara sperma yang geraknya normal disebut normozoospermia, gerak kurang disebut asthenozoospermia, dan bentuk kurang disebut teratozoospermia.  Gangguan kesuburan pria yang berhubungan dengan sperma dapat disebabkan oleh banyak faktor. Yang pertama adalah gangguan pada pabrik sperma, yakni buah pelir atau testis. Testis akan memproduksi sperma-sperma yang baik bila temperaturnya lebih rendah daripada suhu tubuh, kira-kira 36,7 derajat Celcsius. Makanya, testis diberi kantung yang menggelantung. Kalau kedinginan, kantung akan tertarik ke atas, kalau kepanasan tertarik ke bawah.


Gangguan pada pabrik sperma juga bisa disebabkan oleh banyak faktor, misalnya karena kebiasaan. Misalnya pakai celana dobel, sehingga buah pelir jadi panas. Atau memakai celana yang sangat ketat, sehingga kantung buah pelir malah lekat ke tubuh, sehingga temperatur naik. Kalau temperatur pada testis lebih panas, maka kualitas sperma yang diproduksi pun akan menurun.


Gangguan pada pabrik sperma bisa juga disebabkan penyakit yang menyertai maupun penyakit bawaan. Penyakit yang paling banyak menyertai orang dengan gangguan sperma adalah pelebaran pembuluh darah balik di sekitar testis (plexus spermatikus) yang disebut varicocel Atau kantung pelir terlalu tebal akibat peradangan kulit.  Selain gangguan pada pabriknya, kualitas sperma juga bisa menurun karena adanya gangguan pada hormon dan pada saluran sperma.


Sperma yang kurang baik ini sebenarnya dikenali secara kasat mata. Berikut ini adalah tanda atau ciri yang membedakan sperma baik dan buruk:

  • Sperma yang normal atau sehat memiliki kuantitas atau ukuran yang cukup, yakni 200 mililiter. Cara mengetahuinya dengan mengumpulkan sperma dalam tabung ukur.
  • Warna sperma yang sehat yakni kelabu pucat, atau cenderung putih.
  • Sperma yang sehat berbau tidak terlalu ekstrem, atau sama sekali tidak berbau. Namun bau sperma yang sehat, menurut Prof Wimpie berbau mirip dengan bunga akasia.
  • Kekentalan sperma juga pertanda apakah sperma itu normal. Semakin kental semakin baik, dan semakin encer semakin tidak baik. Kekentalan sperma hanya berlangsung selama 10-15 menit, dan setelah itu ia akan mencair.
  • Kita bisa mengukur keasaman sperma dengan menggunakan kertas lakmus yang bisa dibeli di apotek. Kertas ini akan memberikan petunjuk seberapa asam atau seberapa basa kondisi sperma. Sperma yang normal memiliki derajat keasaman maksimal 7 pH, atau cenderung basa. Jika terlalu asam, sel sperma lemah, bahkan kosong.
  • Melalui pemeriksaan laboratorium kualitas sperma yang sehat dan baik diantaranya mempunyai ciri ; Gerakannya gesit, Jumlah sel sperma dalam satu mililiter sekitar 20 juta ekor dan bentuk kepalanya oval serta ekornya bergerak-gerak.
Bagaimana Cara meningkatkan Kualitas Sperma?

Kualitas asupan makanan dan minuman sangat berpengaruh terhadap Kualitas sperma pria namun tidak pada jumlah sperma. Buah dan sayur menjadi makanan yang disarankan, sementara alkohol harus dijauhi. Kualitas makanan sangat mendukung jumlah sperma yang lincah, progresif dan jantan untuk mendapatkan satu yang mampu membuahi sel telur. Makanan seperti buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan penting karena kaya akan antioksidan yang menghambat radikal bebas yang dapat merusak DNA sperma. Selain itu banyak vitamin dan mineral sangat membantu menentukan kualitas sperma contohnya, seperti vitamin C, Vit. E, Seng dan Selenium.